Penyuluh Katolik Kolaborasi dengan Romo MSA dan Ling. St Alfonsius

Yogyakarta (Garakat)-Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Ibu-Ibu Lingkungan St. Alfonsus Jatimulyo, Paroki Albertus Agung Jetis dan Biara Misionaris Para Rasul Kudus (MSA) melaksanakan Pembinaan Iman bagi Warga Binaan (Wabin) Kelas 2A di Rutan Wirogunan Kota Yogyakarta pada, Selasa 25/2/2025.
Pembinaan iman pada saat ini dikemas dalam suatu Perayaan Ekaristi Kudus. Ekaristi Kudus dipimpin Rm Yohanes Ebiet Toring, MSA. Romo Ebiet dalam homilinya memberi motivasi dan dorongan kepada jemaat yang hadir untuk yakin dan percaya kepada Tuhan. Allah yang kita imani adalah Allah yang berbelaskasih dan Maharahim. Siapa pun kita, apapun masalah kita, jika kita dengan rendah hati datang kepadaNya maka kita akan dijunjung tinggi diakhir hidup kita. Menjadi pengikut Tuhan memang ada tantangan. Tantangan itu bisa dari dalam diri sendiri mapun dari luar. Menjadi pemimpin harus menjadi pelayan. Anak kecil itu tergolong orang lemah, tak berdaya serta polos. Mereka tidak punya kuasa dan kekayaan. Tuhan memakai orang – orang lemah dan tak berdaya untuk menjadi tanda kehadiranNya di tengah-tengah kita. Apakah kita peduli dengan saudara kita yang lemah dan kecil?
Total peserta yang terlibat dalam Misa Kudus ada 31 orang dengan rincian; 22 Wabin, 5 ibu dari Lingkungan St Alfonsius, Rm Yohanes Ebiet Toring, MSA dan dari Kemenag Kota Yogyakarta yakni V Tatik Trijati Ningsih, S. IP., M. Sc., FM Padhari Djati Martiwi, S.H., dan Edelbertus Jara, S. Fil., (ej/am)