Berita

Kasi Bimas Islam Membersamai Walikota dan Dai Syaikh dari Al Azhar Kairo Pada Ceramah Subuh

Yogyakarta (Humas) Pada Hari Senin 10/03/2025 bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro Kompleks Balaikota Yogyakarta dilaksanakan ceramah bakda sholat subuh oleh dai Syaikh dari  Al Azhar Kairo Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed. .Kehadiran Syaikh Mohamed di Masjid Diponegoro disambut hangat oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang didampingi Takmir Masjid Misbahrudin (juga Pengurus Baznas Kota Yogyakarta), Pengurus PW. DMI DIY Muhaimin, serta Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Yogyakarta, Saiful Anwar,. Turut hadir pula para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Mafaza serta Rumah Tahfidz Tin Hidayatul Quran Kota Yogyakarta yang ikut meramaikan shalat berjamaah subuh.

Dalam ceramahnya, Syaikh Mohamed mengawali dengan menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan beragam suku, bangsa, dan bahasa bukan untuk saling berpecah belah, tetapi untuk saling mengenal dan tolong-menolong. Keistimewaan seseorang tidak diukur dari ras, suku, organisasi, atau kekayaannya, melainkan dari amal shalihnya. Beliau pun mengutip ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah. Mimbar Syaikh Mohamed didampingi  penerjemah Ahmad Hujaj dari UNU Yogyakarta .

Menguatkan pesan itu, Syaikh Mohamed mengingatkan hadits Rasulullah SAW bahwa tidak ada kelebihan antara bangsa Arab dan non-Arab, antara kulit putih dan kulit hitam, kecuali dalam ketakwaan. Perpecahan, lanjutnya, hanya akan membawa kehancuran dan kelemahan. Apalagi jika perpecahan itu hanya disebabkan oleh perbedaan pandangan atau amaliyah keagamaan yang sifatnya cabang. “Kita punya Tuhan yang sama, Allah SWT. Tidak seharusnya kita bertikai hanya karena perbedaan kecil,” ujarnya. 

Lebih jauh, Syaikh juga menyinggung bagaimana Islam mengajarkan untuk menghormati mereka yang berbeda agama. Piagam Madinah menjadi bukti nyata bahwa Islam sejak awal telah menjunjung tinggi kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan. Rasulullah SAW pun mengajarkan kebaikan tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada makhluk Allah lainnya. Syaikh mengisahkan bagaimana ada seorang perempuan yang masuk neraka karena membiarkan seekor kucing mati kelaparan, sementara ada seseorang yang masuk surga hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. “Kalau terhadap hewan saja kita harus berbuat baik, apalagi terhadap sesama manusia,” tegasnya.

Syaikh juga mengingatkan bahaya lisan yang tidak terjaga. Ada orang yang masuk neraka bukan karena kurang ibadah, tetapi karena lisannya yang menyakiti tetangganya. “Bagaimana jika bukan hanya lisan, tetapi juga tangan dan perbuatannya yang buruk?” ujar Syaikh, mengajak jamaah untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata dan bertindak agar tidak menyakiti orang lain.

Wali Kota Hasto dan para santri mengungkapkan kebahagiaan serta rasa syukur atas kehadiran Syaikh Mohamed. “Alhamdulillah, kami mendapat tambahan ilmu dan wawasan dari beliau. Tausiyah tadi benar-benar menyentuh dan mengingatkan kita untuk selalu menjaga akhlak dan persaudaraan,” ungkapnya. Safari Syiar Ramadan 1446 H di Yogyakarta terus berlanjut, membawa pesan damai dan persaudaraan bagi seluruh umat.[Ara]