Berita

KUA Wirobrajan Ikuti Apel Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Pada hari Sabtu 7 Desember 2024 Pada Hari Sabtu telah dilakukan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Ancaman Bencana Hidrometeorologi oleh KTB (Kampumg Tangguh Bencana) se Kemantren Wirobrajan di Lapangan Mancasan Kel.Wirobrajan. Apel dihadiri oleh unsur Forkompimtren Kemantren Wirobrajan termasuk di dalamnya KUA Wirobrajan yang diwakili oleh Penyuluh Agama Islam Agus Saeful Bahri, S.Ag., M.S.I, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, 8 (delapan) KTB, Satlinmas, dan Relawan Pemadam Kebakaran.

Apel ini dipimpin langsung oleh Mantri Pamong Praja Wirobrajan Sarwanto, S.I.P., M.M, yang sambutannya menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan sebagai bahan untuk mengukur kekuatan daerah dalam menghadapi ancaman bencana dengan mengerahkan semua potensi yang dimiliki daerah antara lain terdiri dari tiga pilar penanggulangan bencana yaitu pemerintah, dunia usaha serta masyarakat. Hal ini penting untuk membangun kesiapan kita menghadapi bencana agar dapat meminimalisir dampak korban jiwa, korban luka serta berbagai bentuk kerugian lainnya.

Dengan apel kesiapsiagaan ini akan terlihat sejauh mana kemampuan dan kesiapan dari pegiat kebencanaan dalam menghadapi potensi bencana yang ada di wilayahnya masing-masing. Kegiatan ini agar dapat dijadikan momentum memperkuat kerja sama penanggulangan bencana antar organisasi, pengkajian kemampuan peralatan penunjang peringatan dini, evakuasi serta tanggap darurat dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam melaksanakan Standar Operasional Prosedur.

Selain menggelar pasukan dan kendaraan untuk penanganan darurat, peserta juga membawa peralatan penanggulangan bencana seperti perahu karet, alat selam, gergaji kayu, alat SRT, rop akses, mesin perahu, dan masih banyak lagi.

Masyarakat dihimbau agar mulai melakukan persiapan dini dalam menghadapi peralihan musim melalui upaya-upaya pencegahan seperti memangkas daun dan ranting terutama untuk pohon-pohon yang besar, diet sampah dan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan. Membersihkan saluran air hingga sungai berfungsi dengan baik sehingga air hujan di permukiman tidak mengalir ke jalan.

Masyarakat juga dihimbau untuk selalu waspada dan meminimalisir kegiatan di daerah rawan longsor terutama saat hujan seperti bantaran sungai.

Apel kesiapsiagaan diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Agus Saeful Bahri Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan sebagai upaya langitan berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa sebagai Dzat Penguasa langit dan bumi agar senantiasa memberikan keselamatan dan kesejahteraan lahir dan bathin. (ASB)