Berita

Liyanadila Dedikasikan Penghargaan Duta Budaya Advokasi DIY Untuk MAN 1 Yogyakarta

Sleman (MAN 1 Yogyakarta) – Liyanadila salah satu siswa kelas XI A MAN 1 Yogyakarta, pada hari Minggu (9/2) memperoleh penghargaan sebagai Duta Budaya Advokasi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penghargaan Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta ini diselenggarakan Di Sleman City Hall, sedangkan seleksi dan penilaian-penilaian kompetensi para peserta diselenggarakan di destinasi lain selama masa karantina. Penilaian ajang ini diambil sejak masa karantina mulai November 2024 hingga Februari 2025, dan diumumkan pada 8 Februari 2025

Organisasi Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta mengundang para remaja sebagai pesertanya mulai dari usia 16 tahun hingga 29 tahun, dan 90% dari peserta tersebut ialah mahasiswa.

Ajang ini diselenggarakan sebagai regenerasi “Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta” yang nantinya akan mengenalkan, mengedukasi, dan melestarikan budaya Yogyakarta kepada masyarakat luas. Pemenang tidak hanya mendapat gelar atau hadiah, namun juga ada tugas-tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan sebagaimana gelar yang diberikan.

Prosesi pelaksanaan pemilihan Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta cukup panjang, melewati berbagai karantina, pembuatan video profile, tugas terkait kesenian seperti melukis, membuat miniatur candi, membatik, dan sebagainya, deep interview, unjuk bakat, dan speech competition. Dari seluruh aspek tersebut, para peserta diklasifikasikan dalam beberapa kategori.

Top 3, yakni winner, runner up 1, dan runner up 2, yang akan menjadi wajah baru duta budaya dan mewakili DIY dalam ajang nasional yang sama.

Top 6, yang memiliki kemampuan dan pemahaman cukup luas terkait budaya serta merupakan pelaksana dan pelestari budaya.

Terfavorit, ialah yang dipilih oleh masyarakat luas melalui vote Instagram.

Intelegensia, merupakan kategori penghargaan untuk finalis yang memiliki kemampuan di bidang intelegen.

Influencer, yakni finalis yang memiliki pengaruh cukup besar di media sosial dan dipandang bisa mempromosikan budaya.

Berbakat, kategori yang diberikan pada finalis dengan bakat unik dan menarik

Persahabatan, merupakan gelar untuk finalis yang unggul dalam sosial dan public relations

Best profile video, ialah finalis yang dapat menunjukan profil video kota Jogjakarta beserta budaya di dalamnya dengan lugas untuk dipertontonkan pada khalayak luas

Best Advokasi, merupakan gelar yang diberikan kepada finalis yang dipandang dapat menjadi agen perubahan dan merealisasikan program kerja yang ada dengan tetap bertujuan melestarikan budaya

Best performance, diberikan kepada finalis yang dinilai luar biasa dalam hal seni pertunjukan

Pemilihan Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan ajang kompetisi yang berfokus pada pelestarian budaya dan mencari siapakah talent terbaik untuk menjadi perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama masa pemilihan, para finalis fokus memberikan yang terbaik. Sebagai peserta, Liyanadila pun harus mengutamakan program kerja yang dapat memberikan pengaruh dalam melestarikan budaya, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bisa dilakukan dan dipertanggungjawabkan oleh para peserta. Dari situlah kemudian, dewan juri menilai Liyanadila unggul dalam bidang advokasi sehingga berhak dianugerahi gelar tersebut.

Ketika ditanya proses dan persiapan mengikuti even tersebut, Liyanadila menyampaikan kesan-kesannya:
“Mengikuti ajang ini, banyak sekali perjuangan yang dilakukan hingga tanpa disangka saya bisa mengemban amanah Best Advokasi Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta 2025. Pada tiap kesempatan, saya bertanya pada para guru yang ahli di bidangnya, berdiskusi terkait apa yang sekiranya harus saya lakukan sebagai duta, perubahan apa yang bisa saya berikan untuk Yogyakarta, dan peran apa yang bisa saya lakukan untuk sekolah saya. Dari seluruh masukan, opini, dan saran, saya menjadi pribadi yang akhirnya fokus pada pelestarian budaya sebagaimana seharusnya seorang Duta. Saya memasuki dunia baru dan berkenalan dengan banyak sekali budaya yang baru saya ketahui, dengan pemikiran sederhana, ingin mengajak teman teman seumuran saya juga berkenalan dengan peninggalan luhur yang sarat akan makna. Yang menjadikan bangsa kita berkarakter dan bersahaja.

“Liyanadila menambahkan kesan-kesan dan perasaannya, “Mendapatkan penghargaan kategori Best Advokasi, berarti saya dipercaya untuk membangun relasi, kolaborasi, dan edukasi terkait budaya kepada masyarakat luas khususnya generasi muda. Senang dan bangga, namun tentu saya tak bisa berada di posisi ini tanpa bantuan Bu Wulan, Bu Dina, Kak Anisha, Kak Intan Latifah, Kak Nabil, Mrs. Deti, Mrs. Surini, Bu Masayu, Kak Baroroh, Bara Mansa, dan teman teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang senantiasa mendukung saya. Pencapaian ini, saya dedikasikan untuk MAN 1 YOGYAKARTA,” tutup Lala, begitu panggilan keseharian Liyanadila, siswa kelas XI A MAN 1 Yogyakarta. (wk)