Berita

MIN 1 Yogyakarta Fasilitasi Mahasiswa S3 Penelitian Literasi Matematika

Yogyakarta – Kartianom, M.Pd, Mahasiswa Program Studi S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta, telah mengembangkan model penilaian diagnostik literasi matematika untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sistem penilaian yang dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam memanfaatkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.

Model ini, yang berbasis online, dirancang agar dapat diakses melalui perangkat komputer, laptop, maupun ponsel, memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengajaran. Sistem penilaian ini akan diterapkan pada awal pembelajaran semester pertama kelas 5, namun juga dapat digunakan sebagai ujian akhir semester bagi siswa kelas 4. Hasil penilaian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi guru kelas 4 untuk merefleksikan pembelajaran mereka dan berbagi informasi dengan guru kelas 5.

Tujuan utama dari model ini adalah untuk memberikan informasi rinci kepada guru mengenai profil literasi matematika siswa dalam tiga aspek utama: konten matematika, tingkat kognitif, dan konteks permasalahan. Penilaian ini akan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam berbagai bidang matematika, seperti bilangan cacah, pecahan, aljabar, pengukuran, geometri, dan data. Selain itu, aspek kognitif yang diukur mencakup kemampuan siswa dalam mengklasifikasi, menghitung, menyelesaikan masalah rutin, serta menganalisis dan mengevaluasi masalah matematika.

Pada level kelas, penilaian ini akan memberikan gambaran tentang pengelompokan siswa berdasarkan kesulitan yang dihadapi, serta metode pembelajaran yang sesuai yang dapat digunakan oleh guru untuk setiap kelompok. Dengan demikian, diharapkan guru dapat merancang pembelajaran yang lebih berdiferensiasi, sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.

Uji coba model ini dilaksanakan di MIN 1 Yogyakarta, melibatkan 29 siswa dari kelas 5A, 28 siswa dari kelas 5B, dan 29 siswa dari kelas 5C. Tujuan uji coba adalah untuk menguji kualitas instrumen penilaian diagnostik yang telah dikembangkan. Proses uji coba berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan semua siswa tampak familiar dalam menggunakan perangkat digital seperti komputer. Para siswa pun sangat antusias mengikuti tes, yang terdiri dari 26 soal.

Berdasarkan hasil uji coba, sebagian besar siswa menganggap soal-soal yang berhubungan dengan konteks pekerjaan, seperti tema tukang kayu dan pedagang, cukup menantang. Namun, banyak juga yang merasa soal-soalnya mudah. Peneliti mencatat bahwa beberapa siswa mampu menyelesaikan soal dengan tingkat penalaran yang tinggi, seperti soal mengenai kandungan vitamin C dalam buah apel dan stroberi. Soal ini menguji kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan matematika mereka dalam konteks masalah yang tidak rutin, yang memerlukan kemampuan evaluasi serta interpretasi.

Keberhasilan uji coba ini tidak lepas dari dukungan penuh Kepala MIN 1 Yogyakarta, yang menyadari pentingnya penerapan literasi matematika sejak dini untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Peneliti berharap sistem penilaian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan pembelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah di seluruh Indonesia. (gyt)